Arsip untuk November, 2008

Presiden Amerika dalam film

Pemeran Presiden di Perfilman Indonesia

Kita sering menonton film-film hollywood yang bercerita tentang presiden amerika baik itu presiden beneran maupun fiksi. Bagaimana dengan perfilman di Indonesia? Setahu saya hanya Presiden Soekarno saja yang diperankan dalam film G30S/PKI oleh aktor Umar Kayam. Soeharto pun pernah di perankan dalam film, tapi bukan sebagai presiden. Di Film Janur Kuning diperankan oleh Kaharuddin Syah dan di G30S/PKI oleh aktor Amoroso Katamsi. (Mungkin karena kurang idenya atau kurang presidennya)

Abraham Lincoln paling populer?

Abraham LincolnHal holbrookDari 43 presiden Amerika yang sudah menjabat (sebelum Obama), Abraham Lincoln lah yang paling banyak diperankan baik dalam film layar lebar maupun TV. Karakter Lincoln diperankan di 19 film oleh 17 aktor. Dua aktor pernah memerankan Abe masing-masing 2 kali yaitu Hal Holbrook (North And South dan North And South: Book II) dan Raymond Massey (Abraham Lincoln In Illinois dan How The West Was Won). Untuk film TV, Abe diperankan di 11 film TV dan 3 diantaranya diperankan masih oleh Hal Holbrook. Holbrook ini memang spesialisnya pemeran presiden, dia pernah memerankan presiden fiksi dalam film layar lebar “The Kidnapping Of The President” (1980) sebagai President Adam Scott dan film TV “Under Siege” (1986) sebagai President Maxwell Monroe.

Ini dia ranking 5 besar nya:

Note:Keterangan dalam kurung (Layar lebar/TV)

1. Abraham Lincoln (19/11) 2. Franklin D. Roosevelt (8/7) 3. George W. Bush (5/9) 4. John F. Kennedy (5/6) 5. Bill Clinton (4/7)

Untuk acara TV, Bush dan Clinton lebih banyak diperankan dalam “Parodi Politik” semacam Saturday Night Live, madTV, dll (mungkin mereka banyak kasus kaleee…). Tercatat pula Ronald Reagen yang diperankan sebanyak 8 kali di TV. dan sebelum menjadi presiden, Reagen pernah membintangi lebih dari 70 judul film dari tahun 30-an dampai 60-an.

Untuk pemunculan dalam film sebagai dirinya sendiri, Bill Clinton pernah muncul di film “A Child Wish” (1997), “Contact” (1997) dan film TV “JAG” (1995). Gerald Ford pernah muncul di opera sabun “Dynasty” (1983), Jimmy Carter di “Home Improvement” (1994/TV) dan Ronald Reagen di serial TV “Fresh Prince of Bel-Air” (1994).

Dari 43 presiden yang pernah menjabat, ada 4 presiden yang belum dibuat film, mereka adalah Martin Van Buren (presiden ke 8), John Tyler (presiden ke 10), James Buchanan (ke-15), Chester A. Arthur (ke-21).

President Khayalan

Setelah iseng-iseng menghitung, ternyata ada lebih dari 100 judul film layar lebar dan lebih dari 25 film TV yang menampilkan tokoh presiden fiksi.

Presiden kulit hitam bukan khayalan lagi, kapan presiden perempuan?

Dari sekian banyak presiden khayalan yang muncul di film, beberapa diantaranya adalah president kulit hitam. Misalnya Morgan Freeman di film “Deep Impact” (1998) sebagai President Tom Beck, Dennis Haysbert sebagai President David Palmer dalam serial “24”, DB. Woodside sebagai President Wayne Palmer menggantikan President David Palmer yang terbunuh. James Earl Jones di film “The Man” (1972) sebagai President Douglass Dilman, Tommy ‘Tiny’ Lister di film “The Fifth Element” (1997) sebagai President Lindberg. Selain itu ada juga Chris Rock dalam film komedi “Head of State” (2003).

Tinggal president permpuan saja yang masih berkutat di alam khayal. Tercatat 10 aktris yang pernah memerankan Madame President, 3 diantaranya untuk serial TV. Aktris pertama yang memerankan presiden adalah Ernestine Barrier dalam “Project Moonbase” (1953), yang terbaru adalah Patricia Wettig dalam serial TV terkenal “Prison Break” (2005-2007) sebagai President Caroline Reynolds. (Waduh cape juga ngurusin presiden amrik)

Daftar Bacaan: Wikipedia, Obcsure Box, IMDB

Artikel yang berhubungan:

Yang unik dari presiden amerika

Akankah Obama bertemu dengan hantu “Abraham Lincoln” di White House

Baca Juga yang ringan tentang: Peniti, Penjepit Kertas, Sisir, Jepit Rambut, Kancing, Jepitan bulu mata, Jepreten (hekter/staple), Bra, Resleting, Jarum, Payung

Iklan

Akankah Obama bertemu dengan hantu “Abraham Lincoln” di White House

Obama baru-baru ini mendapat tour keliling Gedung Putih oleh Bush. Apakah Bush memberi tahu Obama bagian-bagian mana saja dari White House yang berhantu? Hanya mereka saja yang tahu. Kayaknya semua orang Amerika tahu kalo Gedung Putih ini ada penunggunya. Kalo di istana Negara??? Silahkan cek saja ke SBY.

The Lincoln Bedroom

Image by Gary Fabiano, Newsweek

Image by Gary Fabiano, Newsweek

Selain ruangan Oval yang merupakan ruang kerja presiden, ada sebuah ruangan di White House yang sangat terkenal yaitu Loncoln  Bedroom. Kamar ini terletak di East Wing lantai 2 White House. Di ruangan ini (1902 – sekarang) terdapat tempat tidur (Lincoln Bed), Lincoln Sitting Room dan Lincoln Bath. Dulu Lincoln  menjadikan ruangan ini sebagai kantor pribadi dan ruangan pertemuan kabinet (mungkin buat marahin mentri-mentrinya, atau untuk Laporan Khusus kaya Pa Harmoko dulu,hehe….). Kebiasaan penggunaan ruangan ini dilakukan oleh presiden-presiden yang berkuasa dari tahun 1830 – 1902.

Lincoln sendiri tidak pernah tidur di ruangan ini karena dulu belum di taruh tempat tidur. Putra Lincoln, William “Willie” Lincoln (11 tahun) meninggal di tempat tidur yang sekarang ada di Lincoln Bedroom. Pada tahun 1902 (masa pemerintahan Roosevelt) White House mengalami pemugaran dan memindahkan kantor pribadi presiden ke Sayap Barat (West Wing) serta menjadikan ruangan lama menjadi kamar tidur yang diberi nama “Blue Suite”. Kemudian berubah nama menjadi Lincoln Bedroom pada tahun 1945 ketika Presiden Truman bersama istri memindahkan ranjang “Lincoln Bed” beserta furnitur lainnya ke ruangan ini.

Siapa saja yang pernah tidur di ranjang “Lincoln Bed”?

Ranjang yang sekarang dinamakan “Lincoln Bed” ini dibeli oleh Ny. Lincoln tahun 1861 yang dulu disimpan di ruangan “Prince Of Wales Room”. Dinamakan demikian demikian karena Prince Of Wales tahun 1861 pernah menginap di ruangan itu. Selain para tamu kehormatan White House, beberapa presiden pernah tidur di “Lincoln Bed” diantaranya Theodore Roosevelt dan Woodrow Wilson. Bahkan menurut rumor nih… Presiden Kennedy pernah mengunakan “Lincoln Bed” bersama Marilyn Monroe dikala Jackie sedang keluar (ngapain ya…?).

Benarkah ada Hantu Abe Lincoln?

Abraham Lincoln meninggal tahun 1865 dibunuh oleh seorang aktor opera yang bernama John Wilkes Booth pada saat Lincoln menonton pertunjukan opera  “Our Amerincan Cousin” di Ford Theater. Booth adalah aktor yang mengalami gangguan jiwa dan merupakan salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

Lalu siapa saja yang pernah melihat hantu “Mbah Abe” ini? diberitakan bahawa Eleanor Roosevelt sering merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya saat beliau sedang ada di meja kerja (Abe kah itu??). “Sometimes when I worked at my desk late at night I’d get a feeling that someone was standing behind me. I’d have to turn around and look.” begitu kata Bu Roosevelt.

Menurut rumor juga Presiden Winston Churchill pernah melihat penampakan Abe di Lincoln Bedroom. Untuk membuktikan keberadaan Hantu Abe, Amy Carter (Putri jimmy Carter) bersama teman-temannya pernah menginap di  Lincoln Bedroom untuk menunggu kedatangan Hantu Abe sampai larut malam. Amy dan teman-temannya sempat menggunakan papan Ouija (kalo di kita mah semacam papan jelangkung) untuk mencoba berhubungan dengan arwah (dasar nakal!!). Anjingnya Ronald Reagen menggonggong di depan pintu Lincoln Bedroom tapi pernah tidak mau masuk. Aktor Richard Dreyfess pernah mengalami mimpi buruk yang sangat menakutkan tentang foto Abe yang terpampang di dinding kamarnya.

Banyak yang tak berani masuk Lincoln Bedroom

image From Tom Cantrell

image From Tom Cantrell

Menurut Capricia Marshall (White House Social Secretary pada jaman Clinton), angka pekerja di White House yang tidak mau masuk ke Lincoln Bedroom menunjukkan persentase yang tinggi. Para pekerja rumah tangga kepresidenan di White House bersumpah pernah melihat hantu Abe. (Mungkin Ada Tim Uka-Uka yang mau ke sana??)

Pertanyaanya adalah:  Akankah Obama bertemu dengan hantu “Abraham Lincoln”?

Mungkin jawabannya nanti kalau Obama ke Indonesia Tahun 2010 nanti? Nanti silahkan tanya (halah!)

Daftar Bacaan: Wikipedia, Abraham Lincoln Research Site, The White House Museum,  The White House Historical Association,

Sejarah Penjepit Kertas (Paper Clip)

Ada dichuekin, ga ada dicari-cari

Wah sekarang bulan november ini dimana-mana di seluruh indonesia sedang diadakan pendaftaran penerimaan CPNS. Semua calon peserta ujian tengan sibuk mempersiapkan persyaratan yanng harus dilampirkan. Dan ini pun dijadikan ladang bisnis bagi pedagang soal-soal CPNS, pokonya apapun jadi uang dan harga pun bisa tidak rasional, namanya juga sedang diburu banyak orang. Harga selembar contoh surat lamaran saja bisa Rp.1000 rupiah,padalah itu cuma fotokopian yang bisa kita dapatkan seharga 100,- jika keadaan normal.

Bahkan sebuah paper clip yang biasanya dibeli dengan harga Rp. 50,- atau Rp.100,- 3 biji, harganya bisa Rp.100,-/biji atau bahkan mungkin lebih, mungkin ini sudah rejekinya pedagang musiman yang dagangannya berubah-ubah tergantung musim. Biasaya kita suka kurang peduli sama hal yang kecil, tapi giliran butuh? pasti dicari-cari bahkan sampai ke kolong tempat tidur (itu saya, mungkin anda tidak).

Kalau kita pikir-pikir, paper clip itu secara langsung tak langsung bisa menentukan masa depan seseorang. Coba bayangkan kalo berkas-berkas lamaran kerja tidak dijepit dengan paper klip? nanti disangka pelamar ini tidak serius dan orangnya berantakan seperti isi amplop lamaranya. Walaupun bisa di staple, itu kan kesnnya tidak sopan. Maka dari itu kita jangan anggap kecil hal yang sepele.

Siapa penemu penjepit kertas?

Ticket FastenerKalau kita lihat, penjepit kertas hanyalah sepotong kawat baja yang dilengkungkan menjadi dua buah bentuk oval, tapi belum ada orang yang menemukan ide untuk menjepit lembaran kertas sampai akhirnya pada tahun 1867 Samuel Fay menciptakan penjepit kertas untuk pertamakalinya yang kemudian dipatenkan sebagai Ticket Fastener (pengikat tiket), alat ini digambarkan sebagai alat untuk mentautkan tiket dengan kain dan bisa pula dihhunakan untuk menkepit kertas (No paten #64,088 23 April 1867)

Kemudian Erlman J. Wright tahun 1877 membuat desain penjepit kertas yang baru yang digunakan untuk mengikat koran, lembaran kertas, dokumen, dll.

Penjepit kertas moderen diciptakan oleh William D. Middlebrook dari Waterbury, Connecticut. Middlebrook dan dipatenkan pada 27 April 1899 dengan nomor paten #636,272. Beliau pula yang menciptakan mesin pembuat penjepit kertas. Kemudian karya cipta Middlebrook ini dibeli oleh Cushman and Denison sebuah perusahaan yang begerak di bidang bisnis alat-alat perkantoran. Penjepit kertas ini perkenalkan dengan merek dagang GEM.

Sebenarnya pencipta dan pemilik hak paten penjepit kertas sangatlah banyak, hal ini dikarenakan adanya perbedaan disain. Tahun 1899 seorang Norwegia Johan Vaaler mempatenkan penjepit kertas di Jerman yang kemudian tahun 1901 alat tersebut mendapat paten di Amerika dengan nomor #675,761. Masyarakat Norwegia merasa bangga atas penemuan ini dan menganggap Vaaler sebagai penemu sejati.

Selama pendudukan Nazi di Norwegia pada Perang Dunia ke II, orang Norwegia menjadikan penjepit kertas sebagai lambang persatuan nasional (Kalau di Indonesia mungkin Pohon Beringin Sila ke 3, tapi kok lebih meaningfull penjepit kertas ya?? Itulah, jangan sepelekan hal kecil, small things can be so meaningfull). Karena Nazi melarang orang Norwegia memakai kancing berinisial Raja Norwegia, maka mereka mereka menjepitkan penjepit kertas di kerah baju sebagai simbol solidaritas dan penentangan Nazi. Tak jarang penggunaan penjepit kertas ini menjadi alasan penangkapan warga.

Pertanyaannya adalah, apa yang kita banggakan sebagai simbol solidaritas?

Wow, ternyata sejarahnya pake bawa-bawa Nazi segala, padahal cuma paper clip gitu loh!

Perkembangan bentuk paper clip dapat dilihat di sini

Raferensi/Daftar bacaan: Office Museum Wikipedia Indonesia HISTORY OF OFFICE EQUIPMENT

Lihat juga tentang: Peniti, Payung, Sisir, Jepit Rambut, Kancing, Jepitan bulu mata, Jepreten (hekter/staple), Bra, Resleting, Jarum

Sejarah Payung

Tahukah Rihanna tentang sejarah payung?

Kemarin saya mendengar seseorang memutar lagu “Umbrella” dari HP-nya. Saya tidak tahu “Umbrella” versi mana yang saya dengarkan, tapi itu bukan Rihanna dan bukan pula Cinta Laura. Yang jelas penyanyinya perempuan (mungkin ada versi penyanyi perempuan yang lain). Memang pada dasarnya lagu ini sangat enak untuk didengar, siapa pun yang membawakannya pasti akan  tetap enak di dengar. Untuk lagu ini saya lebih suka versinya One Republic.

Mendengar lagu ini membuat saya ingin menulis tentang sejarah munculnya payung yang saya yakin para penyanyinya pun belum tentu mengetahuinya. Mungkin kalau Cinta Laura yang menyanyikan lagu ini harusnya bersyair seperti ini: “Under my umbrella I was walking down the becheck street waiting for ochegh….” (maksa dot com). Ini dia sejarahnya..

Diciptakan 4000 th tang lalu?

Payung telah tercipta sekitar 4000 tahun yang lalu (Nabi Muhammad bahkan Isa Al-Masih pun masih “dalam perjalanan” menuju bumi). Bukti ini dapat dilihat pada karya seni dan artefak-artekak kuno yang ditemukan di Mesir, Syria, Yunani dan Cina. Pada mulanya payung atau umbrella atau parasol digunakan sebagai tabir surya (mungkin kalau sekarang Ponds, Olay dll). Kemudian orang Cina mengembangkan payung tahan air untukpelindung hujan. Mereka melapisi payung dengan lilin sehingga menjadi tahan air.

Kata payung/umbrella sendiri berasal dari kata “umbra” yang berakar dari bahasa latin yang artinya bayang-bayang (In Sundanesse: Kalangkang). Pada awal abad 16, payung menjadi populer dibarat terutama di negera-negara eropa utara pada saat musim hujan. Pada awalnya payung dianggap sebagai aksesori yang hanya cocok bagi perempuan. Adalah seorang pengembara dan penulis dari Persia bernama Jonas Hanway (1712-1786) membawa dan mempergunakan payung di depan umum di Inggris, beliau pula yang mempulerkan penggunaan payung di kalangan laki-laki. Para laki-laki Inggris kerap menyebut payung dengan sebutan “hanway”, mengambil kata dari yang mempopulerkannya.

Payung modern, payung eropa

Toko payung pertama kali berdiri di Kota London Inggris yang bernama “James Smith and Sons”. Toko ini sampai sekarang masih berdiri dan masih terletak di jalan 53 New Oxford St., in London, England (Silahkan mampir). Pada awalnya payung eropa terbuat dari kayu atau tulang paus (Kalau sekarang pasti didemo sama greenpeace) dan tudungnya terbuat dari alpaca atau kanvas berminyak. Sedangkan pegangan lengkungnya terbuat dari kayu eboni.

Pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan desain payung berangka baja, Fox pula yang mendirikan “English Steels Company” di Inggris. Kemudian pada 8 Agustus 1885 seorang keturunan Afrika-Amerika mempatenkan alat penaruh payung seperti pada gambar.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lihat juga tentang: Peniti, Penjepit Kertas, Sisir, Jepit Rambut, Kancing, Jepitan bulu mata, Jepreten (hekter/staple), Bra, Resleting, Jarum