Archive for the 'Penemuan Kecil' Category

Sejarah Penjepit Kertas (Paper Clip)

Ada dichuekin, ga ada dicari-cari

Wah sekarang bulan november ini dimana-mana di seluruh indonesia sedang diadakan pendaftaran penerimaan CPNS. Semua calon peserta ujian tengan sibuk mempersiapkan persyaratan yanng harus dilampirkan. Dan ini pun dijadikan ladang bisnis bagi pedagang soal-soal CPNS, pokonya apapun jadi uang dan harga pun bisa tidak rasional, namanya juga sedang diburu banyak orang. Harga selembar contoh surat lamaran saja bisa Rp.1000 rupiah,padalah itu cuma fotokopian yang bisa kita dapatkan seharga 100,- jika keadaan normal.

Bahkan sebuah paper clip yang biasanya dibeli dengan harga Rp. 50,- atau Rp.100,- 3 biji, harganya bisa Rp.100,-/biji atau bahkan mungkin lebih, mungkin ini sudah rejekinya pedagang musiman yang dagangannya berubah-ubah tergantung musim. Biasaya kita suka kurang peduli sama hal yang kecil, tapi giliran butuh? pasti dicari-cari bahkan sampai ke kolong tempat tidur (itu saya, mungkin anda tidak).

Kalau kita pikir-pikir, paper clip itu secara langsung tak langsung bisa menentukan masa depan seseorang. Coba bayangkan kalo berkas-berkas lamaran kerja tidak dijepit dengan paper klip? nanti disangka pelamar ini tidak serius dan orangnya berantakan seperti isi amplop lamaranya. Walaupun bisa di staple, itu kan kesnnya tidak sopan. Maka dari itu kita jangan anggap kecil hal yang sepele.

Siapa penemu penjepit kertas?

Ticket FastenerKalau kita lihat, penjepit kertas hanyalah sepotong kawat baja yang dilengkungkan menjadi dua buah bentuk oval, tapi belum ada orang yang menemukan ide untuk menjepit lembaran kertas sampai akhirnya pada tahun 1867 Samuel Fay menciptakan penjepit kertas untuk pertamakalinya yang kemudian dipatenkan sebagai Ticket Fastener (pengikat tiket), alat ini digambarkan sebagai alat untuk mentautkan tiket dengan kain dan bisa pula dihhunakan untuk menkepit kertas (No paten #64,088 23 April 1867)

Kemudian Erlman J. Wright tahun 1877 membuat desain penjepit kertas yang baru yang digunakan untuk mengikat koran, lembaran kertas, dokumen, dll.

Penjepit kertas moderen diciptakan oleh William D. Middlebrook dari Waterbury, Connecticut. Middlebrook dan dipatenkan pada 27 April 1899 dengan nomor paten #636,272. Beliau pula yang menciptakan mesin pembuat penjepit kertas. Kemudian karya cipta Middlebrook ini dibeli oleh Cushman and Denison sebuah perusahaan yang begerak di bidang bisnis alat-alat perkantoran. Penjepit kertas ini perkenalkan dengan merek dagang GEM.

Sebenarnya pencipta dan pemilik hak paten penjepit kertas sangatlah banyak, hal ini dikarenakan adanya perbedaan disain. Tahun 1899 seorang Norwegia Johan Vaaler mempatenkan penjepit kertas di Jerman yang kemudian tahun 1901 alat tersebut mendapat paten di Amerika dengan nomor #675,761. Masyarakat Norwegia merasa bangga atas penemuan ini dan menganggap Vaaler sebagai penemu sejati.

Selama pendudukan Nazi di Norwegia pada Perang Dunia ke II, orang Norwegia menjadikan penjepit kertas sebagai lambang persatuan nasional (Kalau di Indonesia mungkin Pohon Beringin Sila ke 3, tapi kok lebih meaningfull penjepit kertas ya?? Itulah, jangan sepelekan hal kecil, small things can be so meaningfull). Karena Nazi melarang orang Norwegia memakai kancing berinisial Raja Norwegia, maka mereka mereka menjepitkan penjepit kertas di kerah baju sebagai simbol solidaritas dan penentangan Nazi. Tak jarang penggunaan penjepit kertas ini menjadi alasan penangkapan warga.

Pertanyaannya adalah, apa yang kita banggakan sebagai simbol solidaritas?

Wow, ternyata sejarahnya pake bawa-bawa Nazi segala, padahal cuma paper clip gitu loh!

Perkembangan bentuk paper clip dapat dilihat di sini

Raferensi/Daftar bacaan: Office Museum Wikipedia Indonesia HISTORY OF OFFICE EQUIPMENT

Lihat juga tentang: Peniti, Payung, Sisir, Jepit Rambut, Kancing, Jepitan bulu mata, Jepreten (hekter/staple), Bra, Resleting, Jarum

Iklan

Sejarah Payung

Tahukah Rihanna tentang sejarah payung?

Kemarin saya mendengar seseorang memutar lagu “Umbrella” dari HP-nya. Saya tidak tahu “Umbrella” versi mana yang saya dengarkan, tapi itu bukan Rihanna dan bukan pula Cinta Laura. Yang jelas penyanyinya perempuan (mungkin ada versi penyanyi perempuan yang lain). Memang pada dasarnya lagu ini sangat enak untuk didengar, siapa pun yang membawakannya pasti akan  tetap enak di dengar. Untuk lagu ini saya lebih suka versinya One Republic.

Mendengar lagu ini membuat saya ingin menulis tentang sejarah munculnya payung yang saya yakin para penyanyinya pun belum tentu mengetahuinya. Mungkin kalau Cinta Laura yang menyanyikan lagu ini harusnya bersyair seperti ini: “Under my umbrella I was walking down the becheck street waiting for ochegh….” (maksa dot com). Ini dia sejarahnya..

Diciptakan 4000 th tang lalu?

Payung telah tercipta sekitar 4000 tahun yang lalu (Nabi Muhammad bahkan Isa Al-Masih pun masih “dalam perjalanan” menuju bumi). Bukti ini dapat dilihat pada karya seni dan artefak-artekak kuno yang ditemukan di Mesir, Syria, Yunani dan Cina. Pada mulanya payung atau umbrella atau parasol digunakan sebagai tabir surya (mungkin kalau sekarang Ponds, Olay dll). Kemudian orang Cina mengembangkan payung tahan air untukpelindung hujan. Mereka melapisi payung dengan lilin sehingga menjadi tahan air.

Kata payung/umbrella sendiri berasal dari kata “umbra” yang berakar dari bahasa latin yang artinya bayang-bayang (In Sundanesse: Kalangkang). Pada awal abad 16, payung menjadi populer dibarat terutama di negera-negara eropa utara pada saat musim hujan. Pada awalnya payung dianggap sebagai aksesori yang hanya cocok bagi perempuan. Adalah seorang pengembara dan penulis dari Persia bernama Jonas Hanway (1712-1786) membawa dan mempergunakan payung di depan umum di Inggris, beliau pula yang mempulerkan penggunaan payung di kalangan laki-laki. Para laki-laki Inggris kerap menyebut payung dengan sebutan “hanway”, mengambil kata dari yang mempopulerkannya.

Payung modern, payung eropa

Toko payung pertama kali berdiri di Kota London Inggris yang bernama “James Smith and Sons”. Toko ini sampai sekarang masih berdiri dan masih terletak di jalan 53 New Oxford St., in London, England (Silahkan mampir). Pada awalnya payung eropa terbuat dari kayu atau tulang paus (Kalau sekarang pasti didemo sama greenpeace) dan tudungnya terbuat dari alpaca atau kanvas berminyak. Sedangkan pegangan lengkungnya terbuat dari kayu eboni.

Pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan desain payung berangka baja, Fox pula yang mendirikan “English Steels Company” di Inggris. Kemudian pada 8 Agustus 1885 seorang keturunan Afrika-Amerika mempatenkan alat penaruh payung seperti pada gambar.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lihat juga tentang: Peniti, Penjepit Kertas, Sisir, Jepit Rambut, Kancing, Jepitan bulu mata, Jepreten (hekter/staple), Bra, Resleting, Jarum